Jawa Trend- 15 November 2023 - Di era transformasi digital yang membuatsegalanya begitu cepat, dan berjuta-juta peluang yang terbuka lebar bagi anak mudaIndonesia, baik untuk mempelajari segala hal tentang entrepreneurship, ataumemperoleh
Jawa Trend - Kementerian Agama mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M dengan rata-rata sebesar Rp105 juta. Usulan sesuai mekanisme pembahasan biaya haji.Adapun, usulan ini disampaikan oleh Menteri Agama
Jawa Trend - Pherini, brand lokal yang telah meraih kepercayaan kalangan wanita Indonesia,kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan serangkaian produk perawatan tubuh dankecantikan berkualitas tinggi. Dengan fokus pada kecantikan alami dan hasil
Jawa Trend - Banyak orang berpikir, minum alkohol dalam jumlah sedikit itu aman dan tak merusak kesehatan. Sebotol bir atau segelas anggur bagi sebagian orang mungkin tak akan memabukkan.Namun anggapan minum sedikit
Jawa Trend - Perkumpulan Telapak, sebuah LSM pelestarian lingkungan ternama, baru-baru ini melakukan kunjungan lapangan dan penilaian dampak yang komprehensif di wilayah konsesi tambang PT. Trimegah Bangun Persada (TBP) Tbk, yang
Jawa Trend - Pemerintah menetapkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2024 diumumkan paling lambat 21 November 2023. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan
Jawa Trend - Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengeluarkan fatwa haram mengenai produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.Membeli produk pro-Israel berarti sama saja dengan mendukung perlawanan terhadap Palestina. Dan ini adalah
Jawa Trend - Hakim konstitusi Suhartoyo disepakati menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Suhartoyo menggantikan Anwar Usman."Yang disepakati dari hasil kami tadi adalah untuk menjadi Ketua MK ke depan adalah Bapak Suhartoyo," ucap Saldi
Jawa Trend - TikTok dilaporkan akan menutup program Creator Fund pada tanggal 16 Desember 2023. Creator Fund yang diluncurkan pada tahun 2020 ini adalah tempat bagi para kreator untuk menghasilkan uang.Dengan
Jawa Trend - Seorang pria tewas terluka parah oleh robot di Korea Selatan (Korsel), karena robot tersebut gagal membedakannya dari kotak makanan yang sedang ditanganinya, demikian menurut laporan yang tersedia.Peristiwa itu
